KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

ID EN

Kementan-SGN Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Produktivitas Tebu Nasional

Foto Artikel
2026-10-28 09:35:57 M. Digi

Kediri – Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk memperkuat produktivitas tebu sebagai fondasi peningkatan pasokan bahan baku industri gula nasional. Upaya ini dilakukan melalui peremajaan tanaman atau bongkar ratoon, perbaikan budidaya, serta penguatan dukungan sarana produksi bagi pekebun tebu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Penguatan sektor hulu menjadi langkah penting untuk meningkatkan hasil kebun sekaligus menjaga kesinambungan pasokan tebu bagi industri pengolahan gula. Salah satu upaya yang ditempuh adalah bongkar ratoon, yakni peremajaan tanaman tebu yang produktivitasnya menurun, disertai penggunaan benih unggul dan penerapan praktik budidaya yang baik.

Program tersebut ditandai dengan penanaman tebu dalam kegiatan bongkar ratoon di Kediri, Kamis (22/10/2026) lalu. Dalam rangkaian upaya penguatan budidaya, PT SGN juga menyalurkan dukungan 1.000 unit pompa air untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan tebu di wilayah operasional perusahaan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya memperkuat produksi dalam negeri untuk mendukung kemandirian pangan, termasuk komoditas gula. Peningkatan produksi perlu ditopang perbaikan produktivitas di tingkat kebun, ketersediaan benih berkualitas, serta kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan pekebun.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto, mengatakan bongkar ratoon merupakan salah satu langkah strategis untuk memperbaiki produktivitas tanaman tebu. Peremajaan perlu dilakukan secara terpadu dengan penggunaan benih unggul, penerapan praktik budidaya yang baik, dan pengelolaan air sesuai kebutuhan tanaman.

“Peningkatan produktivitas tebu perlu dimulai dari perbaikan di tingkat budidaya. Peremajaan tanaman, penggunaan benih berkualitas, dan dukungan pengairan harus berjalan beriringan agar potensi hasil dapat dicapai secara optimal,” kata Heru dalam keterangannya pada Minggu (25/10/2026).

Menurut Heru, peningkatan produktivitas tidak hanya berkaitan dengan hasil panen pekebun, tetapi juga ketersediaan bahan baku bagi pabrik gula. Karena itu, perbaikan tanaman dan penguatan praktik budidaya perlu berjalan beriringan dengan kemitraan antara pekebun, perusahaan, dan pemerintah.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, mengatakan peningkatan produktivitas industri gula harus dimulai dari kualitas tanaman dan pengelolaan kebun sebagai sumber utama bahan baku. Peremajaan tanaman menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki produktivitas tebu, sementara dukungan sarana budidaya diperlukan untuk membantu pekebun mengelola lahan secara lebih optimal.

“Bongkar ratoon menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu secara berkelanjutan. Melalui program 1.000 pompa air dan penguatan kemitraan dengan pekebun, kami berupaya mendukung budidaya yang lebih baik sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi pabrik gula,” ujar Mahmudi.

Melalui kolaborasi tersebut, Kementan dan SGN mendorong penguatan produksi tebu dari hulu dengan melibatkan pekebun sebagai bagian penting dalam rantai pasok gula. Perbaikan produktivitas tanaman dan penguatan budidaya diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan bahan baku, memperkuat industri gula nasional, serta mendukung keberlanjutan swasembada gula Indonesia.


Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset